Per$epuluhan (3/3): Peraturan Melkisedek & Rahasia Memberi Dalam Alkitab

26 pemikiran pada “Per$epuluhan (3/3): Peraturan Melkisedek & Rahasia Memberi Dalam Alkitab”

  1. Tq pak. Sangat inspiratif, jd terbuka. Tdk lg dalam ketakutan dan tertuduh. Tq sekali lg. Memberi krn cinta.. Sangat indah dan dalam understanding nya

    Suka

  2. Setelah membaca ketiga seri ulasan Bang Edwin mengenai Perpuluhan, Saya sangat terinspirasi dan setuju dgn apa yang di bahas.
    Saya sangat setuju bahwa kita wajib memberikan “persepuluhan = apa yang kita miliki” utk pelayanan dan penginjilan yang dilakukan oleh para pastor, pendeta maupun hamba-2 Tuhan, karena bagaimana pun segala sesuatu membutuhkan uang, namun semua itu diberikan bukan karena terpaksa tapi dengan sukacita dan ketulusan.

    Saya sangat prihatin dengan saudara-saudara kita yang memberikan perpuluhan dengan tekanan batin karena takut tidak diberkati, karena merasa bersalah tidak mengembalikan apa yg menjadi hak TUHAN, ataupun yang memberikan perpuluhan dengan harapan diberkati berkali lipat dari yang diberikan.
    Saya juga sangat prihatin kadang kala melihat saudara-2 kita ketika sumbangan sebesar Rp. 5.000 per bulan utk dana pelayanan orang yg meninggal itu diberikan dgn sungut-2 sdgkan dilain pihak ketika pergi ke mall tidak keberatan dgn membayar parkir yg sebesar 6.000 sekali parkir.

    Menurut saya yg paling penting adalah jika Anda sungguh-2 mau memberikan persepuluhan, maka lakukanlah itu dgn 100% Sukacita dan Tulus Hati, karena cinta Anda kepada YESUS, dan bukan karena takut kena kutuk, dan juga tidak perlu pusingin perpuluhan yang Anda berikan itu dikelola seperti apa itu sdh diluar domain Anda, karena jika Anda telah memilih utk aktif di salah satu denominasi gereja maka seharusnya Anda juga percaya dgn para pejabat yang menjalankan fungsi administrasi yang ada di gereja tersebut.

    seperti kata Bang Edwin “Yang membuat TUHAN tersenyum ketika kita memberi bukanlah jumlah 10% melainkan berikan 100% dari hatimu yg penuh sukacita, sebagaimana juga yg telah dilakukan oleh Zakeus dan Persembahan Janda yg miskin yg ada tertulis dalam Injil.

    Proficiat buat pelayanan dan tulisan Bang Edwin agar semakin banyak orang yg tercerahkan dan semakin mencintai TUHAN kita YESUS KRISTUS.
    Salam

    Suka

  3. apakah sebagian besar denominasi gereja khususnya pendeta tidak berani utk mengkhotbahkan bahwa persepuluhan tidak diwajibkan dan yg ada hanya persembahan sukarela….apakah jika jemaat tidak memberi per-x ….gereja tutup… atau para pendeta dan pimpinan di organisasi takut kehilangan pendapatannya..
    @bang edwin…thank you sdh membahas ketiga artikel ttg persepuluhan….. Tuhan Yesus memberkati

    Suka

  4. Pencerahan yg baik, trims untuk ulasannya. Sedih rasanya melihat organisasi gereja sekarang rata” membuat pencapaian target persepuluhan jadi acuan utama dalam dalam bekerja..membaca ulasan” diatas justru menguatkan iman saya. Satu hal yg membuat mata saya terbuka ternyata orang miskin, janda, anak yatim berhak atas porsi dari perpuluhan itu. Bukannya malah dibebani untuk bayar perpuluhan. Selama ini hal tersebut tidak pernah disampaikan oleh organisasi…GBU lae

    Suka

    1. Betul Pak! Tuhan kita tidak mata duitan. Saya paling alergi kalau ada orang bilang: “Kita harus mengembalikan milik Tuhan!” Jawaban saya: “Endasmu!” Ketika Tuhan sudah memberi, Ia benar-benar memberi, dan tidak akan mengambilnya kembali. Lucu-lucu ini komentar yang kontra tulisan saya. Saya hanya bisa mengelus dada saja dengan kritikan yg nggak pakai dasar Alkitab. Semuanya sekarang berdasarkan perasaan hati saja lalu klaimnya itu berdasarkan Roh Kudus. Ganteng ya?

      Suka

  5. Seri pengajaran yang bagus.
    Yang saya mau soroti bukan artikelnya, melainkan Beberapa komentar sebelumnya yang menyebutkan “persembahan-sukarela”, saya merasakan kurang pas, persembahan adalah korban kepada Tuhan, maka harus dilakukan dng serius, suka cita, dan tulus,
    jadi penekanan nya bukan sukarela,
    karena kalau memberi dengan suka rela, cocoknya memberi kepada pengemis, dikatakan sukarela, paling banyak seribu rupiah, bedakan sukacita dan sukarela, jangan pakai mental suka rela untuk Tuhan, sangat tidak pantas.

    Suka

    1. Apakah dasar memberi PP dalam gereja saat ini ?

      Apakah berdasarkan PL ataukah PB ? Tolong diklarifikasikan agar punya landas pijak teologi yang benar. Thx.

      Suka

  6. 2 Korintus 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

    Suka

  7. bicara mengenai alkitab bukan hak saya karna saya tidak belajar tentang teologi, tapi kalo bicara perpuluhan saya tetap pada prinsip saya bahwa perpuluhan itu harus dilaksanakan sesuai dengan apa yg kita pahami, entah nanti disalahgunakan atau tidak tapi kita wajib untuk memberikan perpuluhan dengan sukacita.
    Tuhan berkehendak dan manusia hanya bisa menjalankan, sebab manusia tidak bisa berkehendak dan Tuhan yg menjalankan.

    Syaloooommm

    Suka

  8. Memberi karena cinta pasti lebih dari 10%, bahkan bisa segalanya. Termasuk nyawa. Tanyakan sebelum memberi “Apakah aku sudah cinta Yesus kalo segini/ini yg aku berikan?” Jawabannya pasti ada di hati kita masing2. Jujur adalah anugerah dari Tuhan kita untuk anak2Nya. Lakukan petunjuk hati selagi ia masih berbunyi.

    Suka

  9. Sungguh sangat terinspirasi dengan artikel nya bang edwin
    Pergumulan saya selama bertahun tahun tentang perpuluhan akhir nya terjawab
    Feel so blessed
    Very nice bang edwin

    Suka

  10. Saya sedikit mau sharing tentang hal persepuluhan ini.

    Gereja saya GRII menganjurkan persepuluhan. Sedangkan setahu saya gereja Reformasi Indonesia (Pdt Bigman Sirait) dengan jelas menolak persepuluhan (saya baca artikel dan video Pdt Bigman Sirait tentang persepuluhan di internet). Reform ya sama-sama Reform tapi masalah persepuluhan (baca: duit).. lain cerita haha.

    Gereja sih tidak pernah “memaksa” atau “teriak dari mimbar” tentang persepuluhan, tapi memang kita diharuskan membayar persepuluhan secara “peraturan gereja”.
    Pernah dulu tanya jawab dengan pendeta kita masalah ini, tapi memang waktu itu saya belum punya banyak pemahaman akan hal ini, jadi saya terima konsep perpuluhan ini. Sama seperti jemaat lain, saya berdoa mohon tuntunan Roh Kudus untuk memberi persepuluhan ini. Tapi menurut saya, Roh Kudus juga yang membuat
    saya merasa tidak nyaman memberi persepuluhan, akhirnya hanya berhenti sampai bulan ke-3 saja. haha. Kemudian saya pelajari lagi sources di internet dan youtube, saya jadi tahu jawaban jawaban dari diskusi dengan pendeta saya sebelumnya itu. Saya jadi tambah semakin mengerti mengapa orang Kristen memang tidak memberi persepuluhan, dan seharusnya kita memberi seperti apa yang dikatakan Rasul Paulus “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Kor 9:7).

    Saya sangat suka beribadah di gereja sekarang, saya tidak berfikir untuk keluar hanya karena perbedaan konsep persepuluhan ini dengan gereja.
    Kalau ada kesempatan teman dan jemaat lain yang tanya atau pendeta, mungkin saya akan share apa yang saya tahu, tapi bukan berarti saya berbohong kepada mereka tentang hal tidak membayar persepuluhan ini.

    Suka

  11. Tuhan memberkati anda pak.saya berdoa supaya orang orang seperti anda ditambah tambahkan Tuhan,untuk berjuang meluruskan kebenaran yang telah di bengkokkan oleh oknum oknum yang menyebut diri mereka pendeta dan hamba Tuhan.mari kembali kepada kekristenan yang sejati.

    Suka

  12. Bukan cuma perpuluhan, tapi segala sesuatu yg akan kita berijan kepada Tuhan, lakukan itu dengan penuh sukacita, bukan dengan terpaksa…persembahan persrpuluhan itu memang ada tertulis d alkitab..sebenarnya bukan gereja atau pendeta yg memerintahkan, tapi itu sudah tertulis dalam alkitab..memberi sukacita itu memberi tanpa harus menghakimi para pengelolah keuangan..kalo memberi kemudian ungkat ungkit sana sini, namanya itu ga tulus n ga sukacita. Kalo ga mau memberi perpuluhan y itu urusan masing2, tapi yang jelas perpuluhan itu diatur dalam alkitab. Kalo ga setuju, di tipex aja ayatnya biar ga terbeban pikiran,,bahkan Yesus tidak pernah mengecam pemberian perpuluhan, tapi dia mengecam sikap hidup orang yahudi yg tidak melakukan keadilan n kasih (mat.23:23; luk.11:42). Perhatikan kalimat akhir dr ayat2 itu, yang satu “harus” (bhs yun. Dei/harus, patut) dilakukan, dan yang lain “jangan” (bhs yun. May/jangan) “diabaikan” (bhs. Yun. Pariemi/diabaikan)..artinya, baik perpuluhan, maupun keadilan n kasih adalah hal yg penting. Lajukan yg satu tapi jangan abaikan yg lain. Kalo Yesus aja ga mengecam pemberian perpuluhan, napa kita yg agak rewel dgn hal utu? Silahkan direnungkan

    Suka

    1. Gereja zaman sekarang tidak mewajibkan sunat, padahal tertulis di Kej 17. Alkitab Anda berarti banyak yg di tip-ex. Kalo Anda tidak memusingkan uang yg Anda berikan ke gereja, itu urusan Anda. Tapi istri saya beli seikat bayam 1000 perak di pasar aja masih ditawar… apalagi ngasih duit ke gereja yg jumlahnya besar. Saya salut dgn gereja presbyterian yg laporan keuangannya sangat baik, walaupun gereja presbyterian sering dicap “kurang rohani.”
      Anda kelihatannya gagal paham. Mengajak jemaat memberi kepada gereja itu bukan dengan menakut-nakuti dengan kutuk & berkat. Itu poinnya.

      Suka

  13. Terima kasih utk kebenaran yg dibagikan, kalau melihat komentar2 di bahasan sebelumnya, rata2 yg pro perpuluhan dasarnya takut kena kutuk atau gak diberkati (kalimatnya = mengembalikan hak Tuhan), jdnya spt org muda yg kaya, merasa sdh melakukan kewajiban (taurat) tp meleset krn gak ngerti perasaan Tuhan.
    Gbu bro, terus suarakan kebenaran smp ke ujung bumi

    Suka

  14. Thanks untuk Bang Edwin mau membahas topik ini.
    Fakta yang saya lihat sendiri dalam lingkup keluarga, ketika untuk bayar perpuluhan, buah sulung, dll, dibela-belain, namun untuk memberi ke orangtuanya, bahkan ketika orangtuanya sendiri butuh biaya karena sedang dirawat di RS, dgn enteng bisa bilang sori ya gak bisa ikutan share nih krn keuangan lagi ketat. Inilah contoh jemaat korban ajaran manipulatif pendeta.
    Jadi, nampaknya memberi perpuluhan demi dirinya sendiri, karena takut dikutuk, takut dicap maling, dll. Ajaran intimidatif semacam ini sangat merusak psikis jemaat dan juga karena saking takutnya membuat orang memilih jadi egois tapi tetap merasa rohani karena merasa sudah bayar upeti perpuluhan dan buah sulung jadi segala yang terkait dengan keamanan finansial pribadinya sudah aman deh.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s