Per$epuluhan (1/3): 12 Hal Yang Tidak Pernah Diajarkan Oleh Gereja Anda

123 pemikiran pada “Per$epuluhan (1/3): 12 Hal Yang Tidak Pernah Diajarkan Oleh Gereja Anda”

  1. Hehehe banyak perbedaan pendapat disini.
    Sebenarnya banyak teman-teman saya yang protestant selalu menyampaikan tentang pentingnya perpuluhan kepada saya. Namun sebagai seorang katolik, saya justru tidak mendapat pengajaran khusus di gereja saya mengenai pentingnya perpuluhan. Sebagai Jemaat yang saya yakini adalah kita harus bergandengan tangan bahu membahu membangun keimanan kita dengan saling mendukung semua lini mulai dari pimpinan greja sampai sesama jemaat.
    Prinsip memberi yang saya pegangi adalah “kasih”, saya tahu kalau di greja katolik pendanaannya diatur bahkan mungkin subsidi silang antar greja yang besar membantu operasional greja yang kecil. Jadi prinsip “kasih” yang saya pegang adalah berbagi. Berbagi perpuluhan menurut saya bukan hanya ke greja, tetapi ke saudara, keluarga, sesama, sahabat yang sedang kesulitan dan membutuhkan bantuan, termasuk persembahan kepada gereja tiap minggu.Artinya apa yang saya peroleh tidak saya nikmati sendiri, namun saya berbagi dengan sesama. sesederhana itu. Kadang saya lihat waktu “kolekte” banyak memang jemaat yang masih memberi sekedarnya. yang saya lakukan khususnya bagi mereka yang sudah bekerja, bisanya saya akan bilang, “bro, kasih Tuhan kok kaya bayar parkir”. thats it. terkadang juga saya lihat banyak anak sekolah yang memberi seadanya yang mereka punya. Puji Tuhan di paroki manapun saya bergreja, belum pernah saya dengar greja akan bangkrut.
    Tetap menulis dalam tuntunan Tuhan bapak Edwin, saya yakin walaupun banyak yang tidak setuju setidaknya setelah membaca tulisan bapak sudah mencerahkan dan memberikan sudaut pandang berbeda kepada semua yang membaca bagaimana menemukan “wadah” menyembah Tuhan yang paling pas dengan hati nuraninya.
    God Bless you

    Suka

    1. jangan heran dengan pendeta Kristen, banyak yang menjadikan Gereja sebagai bisnis untuk mencari nafkah dengan alibi “perpuluhan”.

      Contoh kasus :
      http://surabaya.tribunnews.com/2014/10/06/polemik-gereja-bethany-anak-dan-ayah-saling-gugat

      Hati-hati banyak pendeta yang “mata duitan” yang selalu menekankan perpuluhan adalah hak pendeta, saya sendiri pernah mengalami kejadian nyata, di sebuah gereja di daerah ciracas yang bernama GSJPDI “Batu Karang”

      Suka

  2. Ikutan nimbrung, saya dari gereja protestan. Secara umum gereja protestan tidak pernah mewajibkan yang namanya perpuluhan, yang ada hanya memberikan persembahan. Tapi disini kok disebut gereja protestan mewajibkan perpuluhan. Bukannya gereja2 aliran kharismatik yg seperti itu ya? Mohon diperiksa lagi.

    Suka

    1. Saya jemaat gereja protestan GKII, dan pernah ibadah di GPIB, GPdI dan GBI, dan disemua gereja tsb memerintahkan persepuluhan, ga tau anda protestan yg mana

      Suka

  3. Maaf di point 11 , memetik dengan memungut punya arti yang sama? Kalau sama dari mana anda belajar saya ingin belajar dari anda.

    Suka

    1. Jadi begini, setelah panen ada gandum yg jatuh. Namun ada juga gandum yang memang dilarang untuk dipanen, yaitu gandum yang letaknya di tepi ladang. Kemudian gandum yang kelupaan dibabat, tidak boleh dipanen (Imamat 19:9). Ini yang dimakan oleh Yesus dan murid-Nya. Saya kebetulan banyak baca buku yg berhubungan dengan Yesus. Sayangnya banyak pendeta yang males baca buku… soalnya bagi mereka Roh Kudus sudah cukup.

      Ini sebetulnya pertanyaan bagus. Saya sering nontonin khotbah Joseph Prince. Tapi saya selalu cross check dengan tulisan-tulisan pendeta-pendeta puritan. Yg paling sering saya baca adalah tulisan Martyn Lloyd-Jones, Charles Spurgeon dan Martin Luther. Selain itu saya suka baca-baca buku orang-orang Reformed (Calvinist), karena saya besar di gereja Calvinist. Kalau tulisan pop, yg saya paling suka adalah tulisan Paul Ellis. Orang-orang bilang Joseph Prince & Paul Ellis adalah pendeta Hypergrace. Saya NGGAK PEDULI! Hahahaha. Salam kenal, Pak.

      Suka

      1. John Gill’s Exposition of the Whole Bible

        And when ye reap the harvest of your land,…. Of the land of Canaan, when come into it, which having sown, and it was harvest, either barley harvest or wheat harvest, or both, and especially the latter, to which reaping seems best to agree:

        thou shall not wholly reap the corner of the field; but a part was to be left for the poor. This follows upon the peace offerings: and, as Aben Ezra observes, as the fat of them was to be given to God, so somewhat of the harvest was to be given for the glory of God to the poor and stranger. In the Misnah is a whole treatise, called “Peah”, which signifies “the corner”, in which there are many decisions concerning this affair; and among the rest, whereas it is not fixed in the law how large the corner should be, what quantity should be left, how many ears of corn, or what a proportion of the field, this is there determined by the wise men, who say, they do not leave less than a sixtieth part; for though they say there is no measure (certain) for the corner, yet the whole is according to the largeness of the field, or according to the multitude of the poor, or according to the plenty of the increaseF12, so that, as these were, more or less were left: and though the place to be left is called a corner, it was a matter indifferent in what part of the field it was; for so it follows, they give (or leave) the corner at the beginning of the field, or in the middleF13; and Ben Gersom observes, that the corner was at the end of the field, where the harvest is finished; and it is plain where the harvest is finished, he says, the corner should be left; for the law does not precisely determine, only that part of the corner should be left to the poor; and it is of no consequence to the poor whether it is in the middle of the field or in the end of it; but MaimonidesF14 thinks it was to be left at the end of the field, that the poor might know where to come for it: and in the above treatise the times are also set when the poor should come and gather it, which they might not do at any time; and there were three times on a day they had leave to come, in the morning, in the middle of the day, and at the evening sacrificeF15, i.e. about three o’clock in the afternoon; the morning was appointed, as the commentators sayF16, for the sake of women that had young children, who were then asleep, the middle of the day for the sake of nurses, and the evening for the sake of ancient persons:

        neither shalt thou gather the gleanings of thy harvest; ears of corn which fall from the hand or sickle of the reaper, or in gathering the reaps to bind up in sheaves. In the above treatise it is asked, what is a gleaning? that which falls in reaping; if the reaper reaps his handful, or plucks up an handful, and a thorn strikes him, and it falls out of his hand to the ground, lo, it is the owner’s; but if out of the middle of his hand, or out of the middle of the sickle, it is the poor’s; if from the further part of his hand, or of the sickle, it is the owner’s; but if from the top of his hand (or tip of his fingers) or the point of the sickle, it is the poor’sF17: and it is further saidF18,”two ears are a gleaning, but three are not,’and so Jarchi on the text, that is, when three fall together; this is according to the school of Hillel, but according to the school of Shammai, if there were three ears that fell together, they were the poor’s, if four they belonged to the owner.

        Suka

  4. Nah, ini mungkin terakhirnya dari yang terakhir saya memberikan komentar. Jadi maaf bila ada yang sudah bosan. Harap dibaca pelan-pelan semua dan dimengerti komentar saya yang terakhir ini.

    Terima kasih kepada siapa pun yang mengecap saya hamba uang, tapi saya hamba Tuhan dan terus belajar menjadi hamba Tuhan. Fokus saya adalah serupa Yesus sama seperti Anda semua.

    Yesus sudah menyelesaikan segala sesuatu. Saya setuju dan sangat setuju bahwa hidup kita adalah sudah selesai, sudah selesai, sudah selesai.

    Maaf beribu kata maaf kalau tidak sopan.

    Saya kemana-mana masih pakai angkot dan itu lebih banyak jalan kaki lalu jalan kaki dan jalan kaki, panas-panas di siang hari tapi di dalam Yesus selalu ada sukacita dan tak kenal lelah untuk sharing firman Tuhan tentang kasih karuniaNya bahkan untuk memenangkan jiwa. Tidak seperti banyak dari Anda memakai mobil dan ber-AC. Terima kasih bagi beberapa dari Anda yang begitu curiga dan sinis terhadap saya yang mempermainkan keuangan jemaat, mengemplang pajak dan hamba Mamon. Haleluya. Saya bersukacita sebab Tuhan Yesus baik kepada kita semua. (Btw, di daerah saya sini banyak krupuk kemplang).

    Saya beserta beberapa anak-anak youth yang terbeban sampai saat ini masih mengurus ratusan anak rumah singgah yang tadinya sangat kumuh, bau dan sangat tidak baik. Di lebaran ini sudah 3 minggu memberikan paket lebaran kepada mereka dan keluarga. Hidup anak-anak rumah singgah pada berubah baik moral, kecerdasan dan kebaikan bahkan beberapa diantaranya sudah bekerja. Tiap minggu selalu ada orang misi atau orang kurang mampu meminta uang kepada saya dengan berbagai alasan tidak punya ongkos, tidak bayar listrik 3 bulan sehingga takut nanti dicabut oleh PLN, anak sakit, isteri mau melahirkan dan lain sebagainya. Saya sampai saat ini mengurus orang gila dan sudah beberapa orang telah waras kembali karena saya percaya kuasa kasih karunia Yesus di kayu salib sudah selesai atas hidupnya. Saya mengurus oma opa pula dengan cinta kasih. Keluar masuk rumah sakit untuk membesuk. (Btw.. sempat salah satu rumah sakit melarang saya masuk (mungkin untuk 2 tahun) karena kalau saya besuk dan mendoakan yang sakit paling tidak mereka cepat pulang ke rumahnya atau cepat pulang ke Surga dengan senyum manis dan damai karena sudah waktunya meninggal mungkin karena umur dan karena hancur tubuhnya sudah tidak bisa diperbaiki lagi secara medis. Jadi mereka takut turun omzetnya. Tapi sekarang saya diperbolehkan kembali masuk ke rumah sakit itu hanya tidak seekstrem yang lalu.

    Saya juga memberi makan dulunya rutin di jalan-jalan saja sekarang rasanya sudah susah sebab para orang jalanan sudah banyak ditangkap Pol-PP dan dibawa ke panti sosial untuk dibina. Rasanya masih banyak lainnya tapi masih kurang dibanding dengan apa yang Anda lakukan pasti lebih dari saya sebab Anda semua belajar yang terbaik dari Yesus. Saya mesti belajar juga dari kegiatan pak Edwin, pak Abraham dan lainnya yang roh pengenalan akan Tuhan, jiwa sosial, kasih Tuhannya, hidup melayani baik di gereja, keluarga dan tempat kerja masing-masing jauh lebih indah dan ajaib dibanding saya yang tidak ada apa-apanya.

    Gereja Tuhan yang dipercayakan kepada kami dikelola dengan baik, membayar pajak secara komplit dan semua keluarga hamba Tuhan yang sudah menikah diwajibkan membayar pajak sekalipun semua sudah dilunasi Yesus di kayu salib. Di dalam jemaat sendiri ada beberapa yang bekerja di bagian pajak pemerintah kota dan termasuk suka mengaudit.

    Saya menulis ini kesaksian ini bukan untuk kehebatan saya atau gereja tempat saya beribadah. Ini saya bagikan sekedar berbagi hidup bahwa Yesus mengasihi semua orang daripada berbagi Theologia yang diatas awan-awan tapi tidak membumi dan tidak ada bukti cinta kasih. Ini untuk menunjukkan bahwa karya Yesus di kayu salib yang sudah selesai atas segalanya pasti terus maksimal di dalam hidup kita semua dan tidak ada yang gagal. Anda semua sudah lebih hebat dari saya karena Anda semua suka memberi kepada Tuhan, mengasihi keluarganya, mengasihi para hamba Tuhan, mengasihi orang-orang miskin lebih dari saya jadi saya layak belajar dari Anda termasuk dicaci, dihina dan direndahkan. Saya percaya Anda semua suka menginjil dan memenangkan jiwa sebab Anda semua sudah belajar dan terus belajar seperti Yesus yang sudah menyelesaikan segala sesuatu.

    Untuk sekian kalinya saya mengasihi Anda semua, berdoa buat Anda dan meminta maaf kembali buat Anda semua. Saya berdoa hidup Anda makmur, kaya raya, jauh dari hamba Mamon, kian mengenal Tuhan Yesus dan karya salibNya, rukun, banyak relasi, banyak rejekinya, sehat selalu, menjadi berkat yang sangat berdampak, menjadi penyegar jiwa buat lainnya. Saya berdoa di dalam nama Tuhan Yesus, Anda semua hidupnya kian mulia karena Anda begitu dikasihi, dihargai dan dimuliakan Tuhan Yesus. Yes 43:4.

    Penderitaan Yesus hingga kematianNya di kayu salib ternyata sudah: 1 Ptr 2:24; 2 Kor 8:9; Yoh 10:10.
    – membuat kita lebih lagi mengenalNya.
    – membuat kita kuat untuk melayani sesama.
    – membuat kita semakin lapar akan urapanNya.
    – membuat kita kaya dalam segala hal.

    Saya tetap berprinsip pada karya Yesus yang sudah selesai pasti juga sudah selesai memaksimalkan hidup kita di tiap harinya sebab kasihNya selalu baru bagi kita.

    Percayalah kepada Yesus maka kita secara pribadi yang percaya kepadaNya akan diselamatkan, masuk Surga, jadi anak-anakNya. Yoh 1:12; Kis 16:31; Rom 10:9.

    Dari peristiwa kayu salib Yesus inilah darah Yesus sudah menguduskan, menghapuskan semua kutuk hukum Taurat, mengampuni semua dosa, mengalahkan kematian dan tubuh Yesus sudah menyembuhkan hidup kita.

    Tuhan Yesus memberkati.

    Suka

  5. Bingung ama komen2 orang2 disini… Kenapa ukuran BERKAT harus jadi KAYA?????

    Kalau begitu apa bedanya kekristenan & Gunung Kawi?

    Hidup sehat dan family rukun itu sudah merupakan salah satu berkat yg luar biasa.

    Suka

  6. Luar biasa… Terima kasih utk artikelnya. Sedikit menambahkan (atau koreksi?), adlh penting utk memperhatikan konteks, krn teks tanpa konteks akan mjd sulit, sebaliknya konteks tanpa teks juga akan ngawur. Saat itu memang persepuluhan tidak dlm bentuk uang krn konteksnya demikian (silakan baca buku latar belakang PL atau Survei PL). Namun perkembangan jaman sdh memungkinkan hal itu diganti ke dlm bentuk lain (uang), meski tidak mutlak. Yg harus diperhatikan bukanlah materi persepuluhannya tapi ketaatannya, dan inilah penekanakan dr keseluruhan PL. Demikian juga pemahaman utk point 7, dimana pesan intinya bukanlah mata pencaharian dr si kena wajib bayar persepuluhan, melainkan ketaatan umat Allah yg telah dipeliharaNya lewat pekerjaan ataupun harta kepemilikannya. Tuan tanah jangan hanya dipahami secara etimologi yg sempit. Saya sependapat bahwa fakir miskin tidak dikenakan kewajiban ini, tapi tetap diperbolehkan utk melakukannya (sunnah).
    Lalu, utk point 5 perlu diperhatikan lagi pemahaman ayatnya. Mnrt saya bani Lewi (pendeta) harus juga mempersembahkan persepuluhan utk memelihara anak yatim, janda, dsb. Jadi bukanlah “hak”-nya hanya 10% dari persepuluhan itu.

    Suka

    1. Menurut PL golongan Imam Bani Lewi tidak diperintahkan untuk persepuluhan, tapi mereka boleh memberikan free-will offerings (Maleakhi 1:7-14). Saat ini, semua orang percaya adalah imam (1 Pet 2:9-10; Why 5:10) and imam tidak memberi persepuluhan.

      Mengenai poin no. 7. Sebenarnya inti dari tulisan part 1 ini adalah untuk menunjukkan bahwa kita kalau mau balik lagi menggunakan Hukum Taurat, ikutilah 100% ketentuannya. Jadi kalau mau ikuti PL, harusnya anggota paduan suara nggak boleh naik ke mimbar untuk nyanyi, karena berdasarkan PL, harus dihukum mati. Jadi sebetulnya yg menekankan perpuluhan ini nggak konsisten. Pun kalau mau mengikuti perkembagan zaman, sebetulnya perpuluhan itu adalah “10% from your INCREASE”… artinya 10% dari keuntungan. Kalau rugi, ya nggak usah perpuluhan (ini Hukum Taurat loh yang bilang!). Tapi pendeta zaman sekarang kan ada yg bilang 10% dari hasil bruto. Hadeuh…. Wong di PL aja yg ketat nggak begitu kok, tapi pendeta² ini justru bikin lebih sulit Hukum Taurat.

      Suka

  7. Iya benar sekali Pak Edwin, ada beberapa Pendeta/gereja sangat exteme sekali dalam hal uang/persepuluhan. Nama penyumbang pun harus dicatat (bertentangan sekali dgn pengajaran Tuhan Yesus).

    Yudas Iskariot menjual Yesus karna uang, Ananias tidak setia karena uang. Yg saya takutkan, mereka sedang mengalaminya dan membawa dampak tsb kepada jemaat.

    Suka

  8. Pak Baringbing,

    Kalau mau bicara soal ketaatan, terlalu sempit hanya mengambil kasus persepuluhan. Pak Edwin melihat ini sebagai sisi keadilan dimana Tuhan Yesus selalu menegur orang orang Farisi yg tidak adil.

    KETAATAN yg paling benar ialah kasus dimana Tuhan Yesus berdoa malam sebelum penyaliban.

    Adanya juga kasus Nabi Hosea yg disuruh kawin dgn perempuan sundal.

    Persepuluhan = ketaatan, saya rasa hanya salah satu cara bagaimana Pendeta membungkus khotbah persepuluhan supaya kelihatan lebih religi… hehehe

    Suka

  9. *PERSEPULUHAN*

    *1. Apa tujuan dari persepuluhan menurut Perjanjian Lama?*

    Persepuluhan adalah bagian dari hukum ( Ulangan 12:11 , Ulangan 14:22 ). Ini adalah pengganti untuk para imam Lewi yang tidak mewarisi sebagian dari tanah janji seperti yang suku-suku Israel lain dapatkan. Hal itu juga disisihkan untuk membantu para janda dan anak yatim dan orang miskin dan setiap tahun ketiga mereka diperintahkan untuk membawa orang-orang Lewi dan orang2 miskin untuk makan menggunakan uang dari persepuluhan.

    Tapi kita tahu bahwa ketika umat Tuhan tidak memberikan persepuluhan, Tuhan akan mengutuk tanah mereka (Maleakhi 3: 8-12).
    Kita mungkin pernah mendengar tentang itu setidaknya sekali di gereja.

    Beberapa fakta tentang hal itu: *membuka ‘tingkap surga’ adalah ekspresi pada masa itu untuk menerima hujan bagi lahan tanaman* mereka (Ulangan 28:12).
    Juga, Tuhan tidak bermaksud secara khusus marah terhadap orang yang tidak memberikan persepuluhan, tetapi marah pada para imam untuk menyalahgunakan penggunaan persepuluhan itu (Maleakhi 2: 1-4).

    *2. Tinjauan dari sudut Perjanjian Baru.*

    Namun kita tahu bahwa seseorang dibuat benar dihadapan Allah karena iman di dalam Yesus Kristus, bukan dengan mematuhi hukum.

    Gal 2:16 “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena imam dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

    Dan kita telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kita dibuat benar dengan Allah karena iman kita di dalam Kristus, bukan karena kita telah mematuhi hukum. Sebab tidak akan pernah tercapai oleh perbuatan dan usaha dari pihak manusia untuk mendapatkan perdamaian dan hubungan yang benar dengan Allah, melalui ketaatan mematuhi dan melaksanakan hukum (Taurat).
    Ini adalah suatu titik balik, bahwa kita membutuhkan jalan lain yang bukan dimulai dari pihak manusia, tapi dari pihak Allah.
    _Kita membutuhkan Juruselamat yang diberikan *secara kasih karunia* (Yoh 3:16), yaitu Kristus yang telah diberikan untuk menebus kita dari kutuk hukum Taurat._

    *Galatia 3: 13*
    13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

    Dan *jika persepuluhan adalah bagian dari hukum. Semua kutuk hukum telah dihapus oleh pengorbanan Kristus.*

    *Roma 10: 4* _’Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.’_

    Persepuluhan bukan persyaratan iman, itu adalah kewajiban hukum, dimana kita sudah tidak lagi berada di bawah kuk hukum Taurat tersebut. *Sama seperti hewan kurban tidak berguna untuk menghapus dosa-dosa yang telah dihapus, persepuluhan tidak berguna untuk menghilangkan kutukan yang sudah dihapus!*

    *3. Lintas Perjanjian (Lama-Baru): BERKAT ABRAHAM.*

    Kelanjutan dari ayat di atas,

    *Galatia 3: 14*
    _’Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.’_

    menunjukkan bahwa berkat Abraham akan datang kepada kita.

    *Kejadian 26: 12* _”Maka menaburlah Ishak [keturunan Abraham] di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN”._

    Berkat terhadap Ishak ini diberikan tanpa memperhatikan persepuluhan yang diatur dalam hukum Taurat (Galatia 3:18), dimana Hukum Taurat diturunkan masih 430 tahun setelah jaman Abraham dan Ishak.

    Ketika hukum datang, berkat yang sama terkunci di bawah ketaatan manusia (Ulangan 28: 8-12, Galatia 3:10).

    *Gal 3:18* _“Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham. Tapi di dalam Yesus Kristus kita telah menerima warisan ini dan berkat dari Tuhan atas dasar iman”._

    *Jadi, mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama dengan Abraham, orang beriman, dan di dalam Dia (Kristus), kita telah memperoleh warisan berkat ini.*
    (Kisah 13:39, Galatia 3:18, Kolose 1:12, Roma 8:32, 2Korintus 1:20)

    *Tapi Abraham memberikan persepuluhan?*

    Beberapa orang berpendapat bahwa karena Abraham hidup di jaman yang belum berdasarkan hukum Taurat, dan dia memberikan persepuluhan kepada Raja Salem, Melkisedek, apakah itu berarti kita juga harus memberikan persepuluhan ?

    Abraham disunat. Apakah ini berarti kita perlu sunat? Sunat merupakan persyaratan hukum yang Abraham juga praktekkan sebelum adanya Hukum Taurat itu diberikan.
    Paulus menjelaskan bahwa sunat tidak lagi diperlukan (Roma 2:29, Kolose 2:11, Galatia 5:2).
    Sunat Abraham adalah simbol dari apa yang Allah akan lakukan di dalam hati orang percaya.
    Itu tidak harus dipahami secara harfiah sebagai persyaratan percaya. Ingat perselisihan di Kisah 15: 1-11 ?

    Kita kemudian melihat dlm tindakan hanya sekali tercatat, dimana Abraham memberi persepuluhan, _tidak harus ditafsirkan sebagai kewajiban_ bagi orang percaya.
    Hal ini boleh ditafsirkan sebagai *prinsip untuk memberi kepada Allah dengan hati penuh syukur, secara sukarela, dan untuk memuliakan Dia*, Kristus yang telah memberi keselamatan: yaitu kasih karuniaNya dan kebenaranNya bagi kita.
    Tapi itu adalah bukan suatu kewajiban.

    *CATATAN AKHIR*
    Pemahaman yang tidak sehat adalah ketika kita menyatakan bahwa Allah menuntut persepuluhan adalah wajib. Sehingga kita berpikir bahwa kita akan kehilangan berkat Tuhan jika tidak memberikan persepuluhan atau takut bahwa jika kita berhenti persepuluhan kita akan berada di bawah kutuk.

    Boleh saja orang2 percaya memberikan persepuluhan dan persembahan untuk menunjukkan kerelaan dan syukur mereka bagi Allah yang menyediakan segala sesuatu dalam hidup mereka.
    Adalah baik untuk menunjukkan penghargaan yang memuliakan Allah bahkan jika itu berarti memberikan persembahan 10%, 20%, atau bahkan 90%.

    Namun, jika ada yang menyebut persepuluhan sebagai suatu kewajiban yang harus dilakukan dengan segala aturan perhitungannya, yang jika lalai melaksanakannya maka akan berada di dalam kutuk, adalah konsep yang salah kaprah dan terbalik.

    Sistem Persepuluhan tsb menjadi seperti diberi kesempatan untuk menjadi sesuatu yang bersifat ritual, karena merupakan suatu perbuatan manusia yang terkait hal rohani dan keagamaan, yang kemudian mampu membuat kehidupan kita, dan kondisi masa depan kita bergantung pada persepuluhan tersebut, bukan berdasarkan iman percaya pada Tuhan Yesus.

    *Efesus 2:15* _’sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat *dengan segala perintah dan ketentuannya*, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera’._

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s