Superabounding Grace

Satu pemikiran pada “Superabounding Grace”

  1. makanya Marta jgn masak dong, tapi “makan” hehehe.

    thanx bang, via tulisan ini diingatkan juga bhw kita bisa terperangkap di perangkap “pelayanan” shg lupa bhw Anak Manusia datang bukan utk dilayani tp melayani.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s